Diawali dengan aktifnya dalam kegiatan Gerakan Desa Membangun (GDM) di tahun 2009 Kepala Desa Mandalamekar, Kepala Desa Mandalahurip, Kepala Desa Kertarahayu, dan Kepala Desa Papayan inten saling kunjung mengunjungi dalam upaya membahas, mendiskusikan, dan saling tukar  menukar pengetahuan tentang sistem tata kelola desa dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Sejak itulah mulai ke-empat desa tersebut mengadakan study banding ke desa desa yang lebih maju dalam pengelolaan desa berbasis telekomunikasi dan informasi terutama pengelolaan web pemerintahan desa nya seperti ke Desa Melung, Desa Dermaji dan beberapa desa di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jogjakarta. Strategi study banding itu terbukalah wawasan tentang pentingnya kerjasama antar desa, dimana berawal dari operasional yang di tanggung bersama maka terbukalah kebutuhan untuk menjalankan gagasan bersama dalam menyelesaikan permasalahan di 4 desa tersebut.

Dalam perjalanannya tokoh ke-4 desa tersebut terus berinovasi untuk bisa keluar dari mimpi buruk sebagai desa desa yang terpencil, tahun 2011 Desa Mandalamekar bekerja sama dengan Yayasan Infest Jogjakarta, gerakan desa membangun, dan lain lain  sukses menggagas kegiatan  yang begitu spektakuler dengan menyelenggarakan acara Festival Jawa kidul (Jadul) dimana waktu itu pesertanya lebih dari 100 Desa dari Jawa Barat bagian Selatan dan desa diluar Provinsi Jawa Barat.

Dari acara itu timbul semangat yang menggebu betapa pentingnya desa mandiri dan berdaulat dengan ikut berkontribusi mengusulkan dan melahirkan gagasan ke dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kepala Desa mandalamekar (Bpk. Yana Noviadi) dan Kepala Desa Mandalahurip ( Yoyo taryono, S.P.)  Sabtu, 6 Agustus 2014 menggagas pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Desa Kertarahayu, Kepala Desa Ciwarak dan Kepala desa Papayan bertempat di Desa Mandalamekar dan menghasilkan kesepakatan setiap desa membuat Peraturan Desa Tentang Kerjasama sesuai diamanatkan dalam UU Desa pasal 54 ayat 2c tentang kerjasama desa.

Maka Sembilan bulan kemudian desa-desa telah berhasil membuat Perdes tentang kerjasama desa, diantaranya :

  1. Peraturan Desa Mandalamekar Nomor 4 Tahun 2015 tentang Kerjasama  Desa;
  2. Peraturan Desa Mandalahurip Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kerjasama Desa;
  3. Peraturan Desa Kertarahayu Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kerjasama Desa;
  4. Peraturan Desa Ciwarak Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kerjasama Desa;
  5. Peraturan Desa Papayan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kerjasama Desa;

Pada tanggal 23 Juni 2015 atas dasar peraturan-peraturan tersebut diatas dan UU Desa pasal 83 tentang pembangunan kawasan perdesaan akhirnya Desa-desa melakukan Musyarawah Antar Desa I dan bersepakat melalui Keputusan Bersama Kepala Desa Mandalamekar, Kepala Desa Mandalahurip, Kepala Desa Kertarahayu, dan Kepala Desa Papayan No. 1 Tahun 2015 membentuk Kawasan Kerja Sama Antar Desa Panca Mandala, dan Membentuk Kelembagaan Badan Kerjasama Antar Desa Panca Mandala. Pada tahun 2016, MAD II Panca Mandala menerima usulan Desa Ciwarak ikut serta dalam Kawasan Perdesaan Panca Mandala. Tahun 2016 juga lah Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Panca Mandala dibentuk oleh Peraturan Bersama Kepala Desa Mandalamekar, Papayan, Ciwarak, Kertarahayu, Mandalahurip Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Pembentukkan Badan Usaha Milik Desa Bersama Panca Mandala.

Pada tahun 2018, setelah 3 tahun perjalanan pengelolaan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Panca Mandala, Bupati Tasikmalaya membentuk Surat Keputusan Bupati Nomor 147/kep.390-DPMDPAKB/2018 Tentang Penetapan Lokasi Pengembangan Kawasan Perdesaan Panca Mandala Kabupaten Tasikmalaya.

Begitulah sejarah singkat Kawasan Panca Mandala dimana selanjutnya melalui Peraturan Bersama Kepala Desa tersebut diantaranya melahirkan BUMDESMA Panca Mandala dan PT. Bumades Panca Mandala.

Ruang Lingkup Kerjasama ini dilaksanakan oleh Desa Ciwarak, Desa Kertarahayu, Desa Mandalahurip, Desa Mandalamekar dan Desa Papayan  meliputi penyelenggaraan Tata kelola pembangunan desa dan kawasan perdesaan,Pengembangan sumberdaya manusia,Pengelolaan sumberdaya alam, Pengembangan ekonomi lokal, Pengelolaan sistem informasi desa dan kawasan, Kerjasama dengan pihak ketiga, dan Pemeliharaan, pelestarian dan pemanfaatan hasil kegiatan.

Adapun Bidang yang di Kerja samakan adalah

  • Bidang Pembangunan sarana dan prasana Kawasan;
  • Bidang peningkatan kapasitas SDM aparatur desa;
  • Bidang pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Sekolah Peternakan Rakyat;
  • Bidang Pengelolaan Hutan Desa dan Ekowisata;
  • Bidang pengembangan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA);
  • Bidang pengelolaan sistem informasi desa dan kawasan;
  • Bidang Olahraga dan Seni Budaya;
  • Bidang Kerjasama dengan pihak ketiga, dan
  • Bidang pemeliharaan, pelestarian dan pemanfaatan hasil kegiatan.

 

 

× Ada yang bisa kami Bantu?